Dunia Cyber dan Sosial Media: Kaburnya Makna Privasi?

Saat ini, seiring dengan berkembangnya teknologi gadget yang mendukung pergaulan di dunia cyber dan sosial media, beberapa orang gemar mengekspos posting-posting yang berkaitan dengan wilayah privasi dirinya maupun orang lain. Misalnya, mengupload foto-foto seseorang yang sebenarnya hanya untuk konsumsi pribadinya, mencampuri hidup orang lain, membuka aib/rahasia seseorang dan lain sebaginya.

Lalu, apa sebenarnya privasi itu? Privasi berasal dari bahasa inggris privacy, yang artinya pribadi, kebebasan pribadi, keleluasaan pribadi, atau rahasia. Adapun pengertian rahasia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yangg sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain.

Lalu, apa yang terjadi jika privasi seseorang sampai terdengar atau terlihat orang lain? Setiap orang pastinya akan merasa malu jika privasi atau rahasianya terbongkar. Itu baru malunya, belum lagi takut dicaci orang karena rahasianya  yang telah dipercayakan kepada seseorang menjadi bocor sehingga pembocor rahasia bukan lagi dianggap teman sejati seperti yang dipercayakan selama ini. Dampak lain adalah munculnya rasa takut akan ditolak, dilecehkan, bahkan kehilangan teman.

Manusia selaku mahluk sosial, rasanya tidak mungkin hidup tanpa rahasia. Bahkan hewan, seperti ular dan tikus merahasiakan lubang tempat tinggalnya dan burungpun merahasiakan sarangnya.

Privasi adalah keinginan atau kecenderungan pada diri seseorang untuk tidak diganggu kesendiriannya. Dalam pengertian lain, privasi berarti dorongan untuk melindungi ego seseorang dari gangguan yang tidak dikehendakinya.

Privasi merupakan suatu proses yang sangat penting dalam hidup manusia. Untuk mendapatkan privasi, seseorang harus terampil, membuat keseimbangan atara keinginannya dengan keinginan orang lain dan lingkungan fisik di sekitarnya.

Privasi memiliki tujuan, sebagai berikut:

  • Memberikan perasaan berdiri sendiri, mengembangkan identitas pribadi. Privasi merupakan bagian penting dari ego seseorang atau identitas diri. Privasi kadang dapat digunakan seseorang untuk mengevaluasi diri, merenung bagaimana hidupnya telah berjalan, bagaimana hubungan dengan sesamanya, dan apa yang harus dilakukannya.
  • Memberi kesempatan untuk melepaskan emosi. Dalam kesendirian seseorang bisa berteriak keras-keras, menangis, memandang wajahnya sendiri di cermin, dan berbicara dengan dirinya sendiri.
  • Membantu mengevaluasi diri sendiri, menilai diri sendiri.

Membatasi dan melindungi diri sendiri dari komunikasi dengan orang lain. Salah satu alasan seseorang mencari privasi adalah membatasi dan melindungi percakapan yang dibuatnya. Banyak hal yang ingin disampaikan tertahan penyampaiannya karena tidak ada tempat yang dianggap cukup privat untuk melindungi percakapan tersebut.

Apa saja yang dapat disebut mengganggu privasi orang lain?

Berikut beberapa contohnya.

  • Adi menyukai teman satu sekolahnya yang bernama Mia. Adi ingin sekali berkenalan dengan Mia. Akhirnya, Adi menanyakan nomor telepon genggam Mia kepada tetangga rumahnya Maya. Maya adalah teman sebangku Mia . Karena ingin membantu Adi, Maya akhirnya memberitahukan nomor telepon Mia. Perbuatan Maya yang memberikan nomor telepon Mia tanpa sepengetahuannya dapat dikatakan telah mengganggu privasi Mia. Karena belum tentu Mia mau berteman dengan Adi.
  • Dewi senang sekali bertukar cerita mengenai apapun dengan teman-teman satu gengnya. Suatu waktu, ia mengatakan bahwa teman sebangkunya masih suka mengompol sewaktu tidur. Lelucon tersebut membuat teman-teman satu gengnya tertawa terbahak-bahak. Tidak lama setelah itu, cerita mengenai teman sebangku Dewi yang masih suka ngompol waktu tidur menyebar di sekolahnya dan hampir setiap orang mengetahuinya. Perbuatan dewi yang menceritakan hal yang memalukan mengenai teman sebangkunya telah melanggar privasi orang lain. Meskipun pada awalnya, ia menganggap hal itu adalah lelucon.
  • Andi melihat temannya Raka tertidur pulas dengan posisi yang menurut dia lucu. Kemudian, Andi mengambil foto Raka ketika Raka tertidur pulas dan menguploadnya di Facebook. Banyak teman-teman Andi yang mengomentari foto tersebut dengan banyolan. Perbuatan Andi tersebut telah melanggar privasi Raka.

Oleh karena itu, marilah kita bijak menggunakan dunia cyber dan sosial media. Jangan sampai posting-posting kita mengganggu privasi orang lain atau mengobral privasi kita untuk orang lain. Karena siapa tahu, suatu saat hal tersebut dapat merugikan orang lain atau diri kita sendiri.

Sumber: Fakhrurroja Hanif, 2011. Berdamai dengan Privasi. Penerbit Tiga Serangkai.

Categories: Berbagi Pengetahuan | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Dunia Cyber dan Sosial Media: Kaburnya Makna Privasi?

  1. thanks for a great post and interesting comments. i found this post while surfing the web. thanks for sharing this article.http://www.divulgaemail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: