Sukses itu apa sih?

Apa sih sebenarnya definisi Sukses itu?

 

Ketika memberikan coaching atau kuliah, sering saya dihadapkan dengan perkara-perkara teknis. Cuma, pernah juga saya dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis. Misalnya, tentang makna sukses.

 

Definisi sukses dan bahagia, sebaiknya kita yang menentukan. Bukan orang lain. Kan anda yang menjalani hidup anda. Bukan orang lain.

 

Allah yang nentuin.

Anda yang jalanin.

Orang lain yang komentarin.

Hehehe😜.

 

Bagi sebagian orang, sukses dan bahagia itu kalau bisa jalan-jalan ke luar negeri. Bolehkah? Yah boleh! Dan biarkan saja mereka bersikap begitu. Anda nggak harus begitu.

 

Bagi beberapa orang, sukses itu berhasil meraih gelar dari mulai sarjana, master, Doktor, sampai profesor. Benarkah? Ya.Bisa aja benar! Tapi, Anda juga belum tentu tidak sukses ketika gagal meraih gelar.

 

Bagi orang tertentu, sukses itu kalau bisa buka usaha dan buka cabang di mana-mana. Baguskah? Yah bagus! Dan biarkan saja mereka memilih begitu. Anda temukan saja definisi sukses anda sendiri.

 

Bagi orang lainnya, sukses itu kalau bisa dapat apresiasi dari mana-mana. Dihormati. Dihargai. Biarkan saja mereka memilih begitu. Anda cari saja definisi sukses anda sendiri.

 

Lalu, apa yang saya sarankan? Dengarkan saya baik-baik. Selagi Tuhan-mu dan keluargamu ridha kepadamu, itu saja sudah cukup disebut sukses. Bahkan lebih! Beneran!

 

Kalau anda hanya mengikuti definisi sukses versi orang lain, anda akan capek sendiri. Keluarga anda, lebih capek. It’s true. Cukuplah mengikuti standar dari Tuhan-mu dan kenyamanan menurut keluargamu.

 

Tatkala orang lain posting foto perjalanan ke luar negeri, posting foto peresmian cabang baru, posting wisuda Doktor dan posting foto dapat apresiasi dari pemerintah, yah anda turut senang. Mensyukuri. Tapi hendaknya itu tidak mengusik definisi sukses anda.

 

Seorang ibu rumahtangga, telaten mengantar anaknya yang masih balita ke sekolah setiap hari, bahkan kadang-kadang nungguin anaknya 1-2 jam di sekolah. Dia pastikan kenyamanan, keselamatan, dan kesolehan anaknya. Tidak layakkah itu disebut sukses? Menurut saya, sangat layak.

 

Demikian juga seorang penulis, petani, buruh, guru, mahasiswa, dan profesi-profesi lainnya. Mereka pun berhak atas definisi sukses mereka sendiri, tanpa perlu intervensi orang lain. Setuju?

 

Good luck 👍. Selamat meraih mimpi dan kesuksesan sesuai definisi Anda sendiri

 

#Edited by hanifoza.wordpress.com 😎



Categories: Pengalaman Hidup | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: